Sabtu, 05 Desember 2009

laporan darah

Tanggal praktikum : 16 Nopember 2009
Judul praktikum : Darah dan Golongan Darah
I. Tujuan
Darah
• Mempelajari metode untuk menghitung jumlah sel darah merah (SDM) dan sel darah putih (SDP)
• Mempelajari metode untuk mengukur kadar Hb darah dengan menggunakan metode sahli
• Mengetahui dan memahami metode sistem peredaran darah katak sehingga dapat dibedakan antara pembuluh darah arteri, vena dan kapiler berdasarkan kecepatan aliran darahnya
• Memahami bentuk dan struktur sel darah. Membandingkan bentuk dan struktur sel darah katak dan manusia
Golongan darah
• Menentukan golongan darah seseorang
II. Pendahuluan
Darah merupakan cairan yang mengalir dalam sistem pembuluh pada hewan dsan manusia, berfungsi untuk mengangkut zat makanan, zat asam (oksigen) dan zat asam arang (karbonsdioksidsa). (Soewnarto, 1990)
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah (http://id.wikipedia.org/wiki/Darah) (15/11/2009).
Secara fisiologi, kepentingan darah yang utama pada hewan adalah untuk mengangkut bahan makanan dan gas pernafasan, sdari bagian pwermukaan hwewan kwebwerbagai swell yang melaksanakan metabolisme dalam tubuhnya. Fungsi lain peredaran darah untuk mengangkut hormon dan bahan lain, serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh, fungsi darah yang berhubungan dengan sistem perlindungan, berperan pada reaksi ilmunitas. Secara keseluruhan darah juga harus mampu melaksanakan pencegahan agar tidak terjadi kehilangan sejumlah volume sdarah karena luka atau sebab lain sehingga harus ada mekanisme pembekuan darah. (DSarmasdi, 2005)
Pada hewan lain, fungsi utama darah ialah mengangkut oksigen dari paru-paru atau insang ke jaringan tubuh. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Pada sebagian hewan tak bertulang belakang atau invertebrata yang berukuran kecil, oksigen langsung meresap ke dalam plasma darah karena protein pembawa oksigennya terlarut secara bebas. (http://www.slideshare.net/KarlaSolo/sistem-peredaran-darah-presentation) (15/11/2009).
Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah. (http: // id. shvoong. com / medicine_and_health / imuunologi / 1848155_darah) (15/11/2009).

Gambar Sel darah Merah Pria 63 Tahun yang setiap hari minum air Bio Disc. Sangat baik
Gambar Sel darah merah pria 28 tahun atlit olimpiade, tidak meminum air Bio Disc. Kurang baik.
Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket. Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dan keping darah. (http://www.e-smartschool.com/PNU/003/PNU0030011.asp) (1/11/2009)
Jantung merupakan sekumpulan ruang berdinding otot jantung, yang saling terhubung satu sama lain. Ruang dalam jantung meliputi; bilik yang berdinding tebal, serambi kiri dan kanan yang berdinding lebih tipis, sinus venosus dan trunxcus arteriosus. Diantara ruang-ruang terdapat katup yang mencegah darah untuk mengalir ke arah yang berlawanan. Kedua serambi dipisahkan oleh sekat serambi (aurixcular septum). Didalam truncxus tersdapat katup yang tipis, dan berbentuk spiral. Jantung diselubungi membran tipis yang disebut perixcarsdium. (Tuti, 2009)
Sistem peredaran darah amfibia dewasa agak bervariasi sebab beberapa spesies amfibi hidup di air selamanya dan beberapa lagi hidup secara terestial. Pada ikan terdapat empat lengkung aorta yang mengalir darah dari jantung ke insang. Lengkung aorta, ini juga terdapat pada larva amfibia. Pada saat terjadi pembentukan paru-paru, terbentuk cabang dari lengkung aorta belakang yang menuju ke paru-paru, fungsinya untuk mengalirkan darah ke paru-paru dari jantung yang disebut arteri pulmonalis. Selanjutnya dari paru-paru terdapat pembuluh menuju jantung yaitu, vena pulmonalis. Serambi (atrium) jantung terbagi atas dua ruang, ruang kiri dan kanan. Serambi kanan mendapat aliran sarah vena sesdangkan serambi kiri menerima aliran darah arteri (kaya akan oksigen), dari paru-paru dalam keadaan demikian susunan peredaran sarah amfibia menyerupai susunan peredaran darah ikan berparu-paru. Ventrikel belum terbagi menjadi dua ruang, namun memiliki katup spiral yang lebih baik dari pada yang terdapat pada ikan berparu-paru. (Darmasdi, 2005)
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian. (http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/darah.htm) (15/11/2009)
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:
• Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
• Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif.
• Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
• Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. (http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah) (15/11/2009)
Tabel pewarisan golongan darah kepada anak
Ibu/Ayah O A B AB
O O O, A O, B A, B
A O, A O, A O, A, B, AB A, B, AB
B O, B O, A, B, AB O, B A, B, AB
AB A, B A, B, AB A, B, AB A, B, AB
Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B. (http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah) (15/11/2009)
Tabel kecocokan RBC
Gol. darah resipien Donor harus
AB+ Golongan darah manapun
AB- O- A- B- AB-
A+ O- O+ A- A+
A- O- A-
B+ O- O+ B- B+
B- O- B-
O+ O- O+
O- O-
Korpuskuler Darah:
Eritrosit
• Eritrosit merupakan bagian utama dari darah.
• Jumlahnya pada pria dewasa sekitar 5 juta/cc dan pada wanita dewasa sekitar 4,5 juta/cc.
• Bentuknya bikonkaf, serta berwarna merah disebabkan oleh hemoglobin(Hb).
• Umur eritrosit 120 hari. Setelah itu akan dihancurkan di hati.
• Penyakit kekurangan eritrosit adalah anemia
Leukosit
• Leukosit berinti, bahkan pada basofil, netrofil, dan eosinofil intinya lebih dari 1 lobus sehingga disebut polimorfphonuclear (PMN), sedang monosit dan limfosit berinti satu lobus.
• Pada orang dewasa terdapat 5000- 10000/cc.
• Leukosit bersifat fagosit (pemakan) benda asing atau kuman yang masuk ke dalam tubuh.
• Penyakit kekurangan leukosit adalah leukopenia.sedangkan penyakit kelebihan leukosit adalah leukemia.
Trombosit
• Trombosit disebut juga sel darah pembeku, jumlahnya pada orang dewasa kira-kira 200.000-500.000/cc.
• Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembekuan (hemostasis), diantaranya adalah faktor VIII (antiheamophillic factor).
• Penyakit kekurangan trombosit adalah hemofilia.
Plasma Darah
• Plasma darah terdiri dari cairan dan protein darah: albumin, globulin, dan fibrinogen.
• Cairan darah yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut serum darah.
• Protein globulin merupakan penyusun antibodi yang melawan benda asing (antigen). (http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/darah.htm) (15/11/2009)
III. Alat dan bahan
Percobaan 1 menghitung SDM
Alat Bahan
Mikroskop Darah segar
Hemasitometer Larutan hayem
Counter Alkoho 70%
Lancet Kapas
Kertas saring
Percobaan 2 menghitung SDP
Alat Bahan
Mikroskop Darah segar
Hemasitometer Larutan truk
Lancet Alcohol 70%
Counter Kapas
Percobaan 3 aliran darah
Alat Bahan
Cawan petri Kecebong
Beker gelas Eter
Mikroskop
Percobaan 4 struktur sel darah
Alat Bahan
Mikroskop Darah katak
Pipet NaCl 0,6 %
Kaca objek Darah manusia
NaCl 0,8%
Percobaan 5 mengukur kadar Hb
Alat Bahan
Hb-meter sahli Alcohol
Lancet Larutan HCl 0,1 N
Aquades
Na-sitrat
Percobaan 6 golongan darah
Alat Bahan
Lancet Darah segar
Kaca objek Alkohol
Tusuk gigi Anti A
Anti B
Kapas

IV. Cara kerja
Percobaan 1 dan 2
Ulasi ujung jari dengan alcohol 70%
Tusuk dengan lancet steril
Isap darah yang keluar dengan pipet pengencer (SDM skala 0,5 atau 0,1) (SDP skala 11)

Untuk SDM hisap L.hayem hingga skala 101
Untuk SDP hisap L.truk hingga skala 11
Pegang kedua ujung pipet dan kocok selama 2 menit
Buang 5 tetes pertama
Teteskan pada counting chamber
Diamkan 1-2 menit
Amati dan hitung dibawah mikroskop
Percobaan 3
Siapkan kecebong
Bius dengan eter
Ambil satu dan masukan kedalam cawan petri
Amati dibawah mikroskop (bagian ekornya)
Percobaan 4
Setes darah katak dan manusia pada kaca objek yang berbeda
Tambahkan NaCl 0,6% untuk katak dan 0,8% untuk manusia
Amati dibawah mikroskop
Percobaan 5
Masukan L.HCl 0,1N skala 10
Pipet masukan ke Na sitrat, sedot dan keluarkan lagi
Olesi ujung jari dengan alcohol, tusuk
Sedot dengan pipet skala 20
Masulak pada tabung sahli yang berisi L. HCl 0,1 N
Simpan tabung pada statifnya
Bila warnanya belum sama dengan tabung standar tambahkan aquades
Cek kadar Hb
Catat hasilnya
Percobaan 6
Olesi ujung jari dengan alcohol 70%
Tusuk dengan lancet
Teteskan pada kedua ujung kaca objek
Tetesi dengan L.anti A satu dan satu lagi dengan anti B
Amati dan tentukan hasilnya
V. Hasil
• Haemoglobin (Hb)
Nama Kadar Hb
Didin 18,5 %
Amar 15 %
Desi 12 %
Cucu 10 %
Eka 10 %
• Sel Darah Putih (SDP)
Sel darah putih laki-laki
K1 : 41
K2 : 69
K3 : 89
K4 : 91 +
290
Jumlah SDP = n1 x p x 2
290 x 20 x 2
= 11.600
Sel darah putih perempuan
K1 : 42
K2 : 56
K3 : 82
K4 : 91 +
248
Jumlah SDP = n1 x p x 2
= 248 X 11 X 2
= 5.456
• Sel Darah Merah (SDM)
Sel darah merah permpuan
K1 : 125
K2 : 159
K3 : 137
K4 : 132
K5 : 137 +
690
Jumlah SDM = ne x p x 50
= 690 X 200 X 50
= 6.900.000
Sel darah merah laki-laki


• Struktur sel darah
Struktur darah Darah katak
Darah manusia

Bentuk Oval Bikonkap
Inti sel Ada (didalam) Tidak ada inti
Pigmentasi Kuning pucat Merah pekat


• Aliran Darah





Sistem peredaran darah pada katak terdiri dari, jantung beruang tiga, arteri, vena, sinus, venosus, kelenjar limfa, dan cairan limfa. Aliran darah pada kecebong sangat cepat keluar di jantung pembuluh besar. Dan cepat menuju jantung, pembuluh lebih kecil.
• Golongan darah
Nama Golongan darah Keterangan
Elva Nopia Aldini O Anti A dan anti B tidak menggumpal
Erma robiah O Anti A dan anti B tidak menggumpal
Annisa A Anti A menggumpal dan anti B tidak menggumpal
Eva Faujiah
Agus Makmur
VI. Pembahasan
Larutan hayem dibuat dari campuran senyawa natrium sulfat (berair kristal)5g, natrium klorida 1g, merkuri klorida 0,5g dan air ditambahkan hingga volumenya menjadi 200 ml. Larutan harus disaring sebelum dipakai.
Hemoglobin adalah sebuah proteida yang berfungsi mengangkut oksigen dan yang bertanggung jawab adalah pigmen dengan struktur kimia sebagai kromoproteida. (Murray, 1995)
Penetapan kadar hemoglobin darah diukur dengan cara Sahli, pada metode ini hemoglobin direaksikan dengan asam klorida menjadi asam hematin yang berwarna coklat tua, warna tersebut dibandingkan secara visual dengan warna standar pada alat hemometer. Afinitas Hb untuk O2 dipengaruhi oleh pH, temperature, dan konsentrasi. Hb diperlukan dalam pengngkutan O2 dan CO2 sehingga jika jumlah Hb berkurang maka jumlah O2 dan CO2 yang diangkut juga akan berkurang. Dan darah yang kekurangan O2 akan berwarna kebiru-biruan.
Kedalam tabung hemometer dimasukkan kira-kira 5 tetes asam klorida 0,1 N. Sampel darah dihisap dengan pipet sampai garis tanda 0,02 ml. Darah yang melekat pada ujung pipet ditahan jangan sampai terjadi gelembung udara. Darah yang masih terdapat dalam pipet dibersihkan dengan menghisap asam klorida ke dalam pipet sampai 2 atau 3 kali. Isi tabung diaduk supaya darah dan asam bereaksi, sehingga campuran berwarna coklat tua. Setelah itu, tambahkan air setetes demi setetes, tiap kali aduk dengan batang pengaduk yang tersedia, warna yang terjadi harus sama dengan warna standar. Kadar hemoglobin dibaca dalam gram/100ml.
Nilai Normal Hemoglobin
 Anak-anak 11 – 13 gr/dl
 Lelaki dewasa 14 – 18 gr/dl
 Wanita dewasa 12 – 16 gr/dl
(http://www.juraganmedis.com/hemoglobin-mengenal-lebih-dekat-yuk.html).
Bayi baru lahir : 16,5 ± 3 g/dl
Kdr Hb < : Anemia
Kdr Hb > : Polisitemia
Normal adalah :
1. Baru lahir : 17-22 gm/dl
2. Usia seminggu : 15-20 gm/dl
3. Usia sebulan : 11-15gm/dl
4. Kanak-kanak: 11-13 gm/dl
5. Lelaki dewasa: 14-18 gm/dl
6. Wanita dewasa: 12-16 gm/dl
7. Lelaki separuh usia: 12.4-14.9 gm/dl
8. Wanita separuh usia: 11.7-13.8 gm/dl
(http://www.blogdokter.net/2008/06/13/hemoglobin:21/11/2009)

Leukosit dapat dihitung jumlahnya dengan cara diencerkan dalam pipet leukosit dengan menggunakan larutan pengencer Turk yang mempunyai komposisi larutan : larutan gentian violet 1% dalam 1 mL air, asam asetat glacial 1 mL, aquadest ad 100 mL, saring sebelum dipakai, lalu dimasukkan ke dalam kamar hitung. Penambahan larutan gentian violet bertujuan untuk memberi warna pada inti dari granula leukosit dimana larutan ini memecah eritrosit dan trombosit, tetapi tidak memecah leukosit maupun eritrosit berinti. Pada pengamatan setelah dihitung diperoleh leukosit darah pada laki-laki 11.600/μL darah dan pada perempuan 5.456/ μL, sedangkan jumlah leukosit yang normal adalah 4000-12000 per μL darah. Berarti jumlah leukosit dalam darah normal.Jumlah leukosit darah dapat turun naik terhantung dari ada tidaknya infeksi kuman dalam tubuh. Bila jumlah leukosit lebih dari normal disebut leukositosis dan jika kurang dari normal disebut leukopensi. (Guyton, 1995)
Nilai Normal Jumlah Lekosit :
 ♂, dewasa : 4.0 – 11.0 x 109/l (di P.K) 4.7 – 10.3 x 109/l
 ♀, dewasa : 4.3 – 11.3 x 109/l
 Neonatus : 10 - 26 x 109/l
 Bayi, 1 thn : 6 - 18 x 109/l
 Anak,4-7 thn : 5 - 15 x 109/l
 Anak,8-12 thn : 4.5 – 13.5 x 109/l (http://Biologi-stain crb.web.id/blog/ampibi) (15/11/2009).

Sel darah merah eritrosit membawa hemoglobin di dalam sirkulasi. Ia merupakan cakram bikonkaf yang dibentuk dalam sumsum tulang. Pada mamalia, ia kehilangan intinya sebelum memasuki sirkulasi. Pada manusia, ia bertahan hidup di dalam sirkulasi rata-rata 120 hari. Tiap eritrosit manusia berdiameter 7,5 µm dan tebal 2 µm, serta masing-masing mengandung 29 pikogram hemoglobin. Sehingga ada sekitar 3.000 eritrosit dan sekitar 900 gram hemoglobin dalam darah bersirkulasi pada pria dewasa. Eritrosit dapat dihitung jumlahnya dengan cara pengenceran menggunakan larutan Hayem yang mempunyai komposisi terdiri dari 5 gr Na-sulfat, 1 gr NaCl, 0,5 gr HgCl2 dan aquadest ad 100 ml. Kemudian dimasukkan ke dalam kamar hitung dan dihitung banyaknya eritrosit. Setelah dihitung ternyata jumlah eritrosit dalam darah perempuan yaitu 6.900.000/µl dan pada laki-laki 8.830.000/µl. Jumlah normal eritrosit pada pria yaitu 5juta /µl dan pada wanita 3 juta /µl. jadi, eritrosit yang didapat praktikum melebihi jumlah normal, mungkin karena pengenceran yang dilakukan tidak merata. Eritrosit dapat juga lisis oleh obat dan infeksi. Kerentanan eritrosit terhadap hemolisis oleh zat ini ditingkatkan oleh defisiensi enzim glukosa 6-fosfat dehidrogenasi, yang mengkatalisis tahap awal dalam oksidasi glukosa melalui lintasan heksosamonofosfat. Lintasan ini membentuk NADPH, yang diperlukan untuk memelihara kerapuhan eritrosit yang normal. (Syaifuddin, 1992)
Dalam perhitungan eritrosit yang perlu diperhatikan adalah :
1. Faktor pengenceran
Jika jumlah sel banyak maka pengenceran ditingkatkan dan jika jumlah sel sedikit maka pengenceran tidak berlebih, hal ini bertujuan agar perhitungan dapat dilakukan dengan tepat. Pada penderita anemia hemolitik atau autoimun, hendaknya menggunakan larutan pengencer Na sitrat 0,109 M tanpa formalin karena larutan formalin akan memfiksasi eritrosit yang teraglutinasi.
2. Melakukan koreksi terhadap hitung leuosit, karena eritrosit berinti tidak hancur oleh larutan Turk karenanya terhitung sebagai leukosit.
3. Analisis Kuantitatif Darah (Syaifuddin, 1992)
Jumlah sel darah normaL:
 Laki – laki dewasa : 4,3 jt – 5,9 jt
 Wanita dewasa : 3,9 – 4,8 jt
 Bayi : 5,0 – 7,0 jt
 Anak, 3 bulan : 3,2 – 4,8 jt
 1 tahun : 3,6 – 5,2 jt
 10 – 12 tahun : 4,0 – 5,4 jt
(http://www.kuliah darah lengkap.pdf.com) (15/11/2009).
Sistem peredaran darah katak berupa system peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda.
Perbedaan pembuluh darah arteri, vena dan kapiler:
a. Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.
b. Pembuluh vena (balik) : pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.
c. Pembuluh kapiler : merupakan pembuluh nadi dan balik yang bercabang-cabang. Ujung pembuluh nadi yang terkecil dihubungkan oleh pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler sangat halus dan tipis karena hanya terdiri dari satu lapis sel. Lebar pembuluh kapiler ini hanya selebar 1 sel darah merah sehingga sel darah merah beriringan dalam pembuluh kapiler. Pembuluh kapiler inilah yang berhubungan langsung dengan sel-sel tubuh. Pada Potongan melintang tampak dibatasi satu sel endotelium. Memiliki sitoplasma yang tipis, tercat merah muda, inti sel endotelium dapat terlihat menonjol ke arah lumen, dan terkadang didalam lumen terdapat eritrosit dan juga beberapa leukosit (Artur W. Ham,1792 )
Perbedaan darah manusia dan katak yaitu pada manusia inti tidak ada, sedangkan pada katak ada berwarna hijau muda. Dan dilihat dari bentuk dan warnanya pada manusia bentuknya bulat berwarna putih sedangkan pada katak bentuknya oval berwarna agak orange. Dilihat dari alat peredaran darahnya katak mempunyai Jantung katak terdiri : 3 ruang : 2 atrium dan 1 ventrikel, Sinus venosus : menampung darah dari pembuluh besar yang akan masuk ke atrium kanan.
 Atrium (serambi)
Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale.
 Ventrikel (bilik)
Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.
Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri. (http://9reeners.wordpress.com/2009/01/30/sistem-peredaran-darah-manusia-hewan) (15/11/2009).
Orang bergolongan Rh+ di dalam eritrositnya terkandung aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit berwarna. Sedang yang bergolongan Rh- dalam eritrositnya tidak terdapat aglutinogen Rhesus, 85% dimiliki orang berkulit putih.Apabila bayi bergolongan Rh+ berada dalam kandungan ibu bergolongan RH- , dimanadareah ibu sudah terbentuk zat anti Rh+ , maka tubuh bayi akankemasukan zat anti Rh+, dan anak itu akan menderita penyakit kuning sejak lahir yang disebut erythroblastosis foetalis (sel-sel darah merahnya tidak dapat dewasa).
Tabel pewarisan golongan darah kepada anak
Ibu/Ayah O A B AB
O O O, A O, B A, B
A O, A O, A O, A, B, AB A, B, AB
B O, B O, A, B, AB O, B A, B, AB
AB A, B A, B, AB A, B, AB A, B, AB
(http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah) (15/11/2009)
Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
Penyakit darah tinggi atau Hipertensi (Hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya. http://www.infopenyakit.com/2008/01/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html
Tekanan darah tinggi merupakan salah satu lampu merah yang paling jelas dalam mengindikasikan adanya masalah dalam jantung dan pembuluh darah seseorang. Ketika seseorang didiagnosa menderita tekanan darah tinggi maka dia memiliki kemungkinan tujuh kali lipat menderita stroke, empat kali lipat mendapatkan serangan jantung dan lima kali lipat kemungkinan meninggal karena kegagalan jantung.
Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat diwaktu beraktifitas atau berolahraga.
Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan dan pengontrolan secara teratur (rutin), maka hal ini dapat membawa si penderita kedalam kasus-kasus serius bahkan bisa menyebabkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja extra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart attack).

Penyakit darah tinggi atau Hipertensi dikenal dengan 2 type klasifikasi, diantaranya Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary :
• Hipertensi PrimaryHipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula sesorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stressor tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.
• Hipertensi SecondaryHipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang mengalami/menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk (gendut).
Pregnancy-induced hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi. Kondisi Hipertensi pada ibu hamil bisa sedang ataupun tergolang parah/berbahaya, Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilannya itu.
Preeclampsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah. Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut Eclamsia.
Penyebab hipertensi
Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi. Stop menjadi alcoholic!

Penanganan dan Pengobatan Hipertensi
Diet Penyakit Darah Tinggi (Hipertensi)
• Kandungan garam (Sodium/Natrium)
Seseorang yang mengidap penyakit darah tinggi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi asin-asinan garam, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk pengontrolan diet sodium/natrium ini ;
- Jangan meletakkan garam diatas meja makan
- Pilih jumlah kandungan sodium rendah saat membeli makan
- Batasi konsumsi daging dan keju
- Hindari cemilan yang asin-asin
- Kurangi pemakaian saos yang umumnya memiliki kandungan sodium
• Kandungan Potasium/Kalium
Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah, Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-buahan dan sayuran. Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk di konsumsi penderita tekanan darah tinggi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang putih. Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega-3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).
Pengobatan hipertensi biasanya dikombinasikan dengan beberapa obat;
- Diuretic {Tablet Hydrochlorothiazide (HCT), Lasix (Furosemide)}. Merupakan golongan obat hipertensi dengan proses pengeluaran cairan tubuh via urine. Tetapi karena potasium berkemungkinan terbuang dalam cairan urine, maka pengontrolan konsumsi potasium harus dilakukan.
- Beta-blockers {Atenolol (Tenorim), Capoten (Captopril)}. Merupakan obat yang dipakai dalam upaya pengontrolan tekanan darah melalui proses memperlambat kerja jantung dan memperlebar (vasodilatasi) pembuluh darah.
- Calcium channel blockers {Norvasc (amlopidine), Angiotensinconverting enzyme (ACE)}. Merupakan salah satu obat yang biasa dipakai dalam pengontrolan darah tinggi atau Hipertensi melalui proses rileksasi pembuluh darah yang juga memperlebar pembuluh darah.
http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.nonioriginal.net/wpcontent/uploads/2009/08/atrial_fib_stroke.jpg&imgrefurl=http://www.nonioriginal.net/about/darahtinggi/&usg=__zgtW2jrCD4_Z5ttxdU5Yj_luVMo=&h=510&w=400&sz=60&hl=id&start=2&um=1&tbnid=KXl_Px1y47ypiM:&tbnh=131&tbnw=103&prev=/images%3Fq%3Ddarah%2Btinggi%26hl%3Did%26sa%3DX%26um%3D1
VII. Daftar Pustaka
 Asdisowemarno,Soenartono. 1990. Kamus Biologi. Jakarta : CV. Sarana Usaha.
 Goenarso, Darmadi. 2005. Fisiologi Hewan. Jakarta : Universitas Terbuka.
 Guyton, Arthur C. 1995. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 7. Penerbit Buku Kedokteran
 Kurniati,Tuti,sdkk.2009.Zoologi Vertebrata.Bandung:
 http://id.wikipedia.org/wiki/Darah
 http://www.slideshare.net/KarlaSolo/sistem-peredaran-darah-presentation
 http: // id. shvoong. com / medicine_and_health / imuunologi / 1848155_darah
 http://www.e-smartschool.com/PNU/003/PNU0030011.asp
 http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/darah.htm
 http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah
 http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah
 http://www.anneahira.com/pencegahan-penyakit/darah.htm
 http://www.juraganmedis.com/hemoglobin-mengenal-lebih-dekat-yuk.html
 http://www.blogdokter.net/2008/06/13/hemoglobin:21/11/2009
 http://Biologi-stain crb.web.id/blog/ampibi
 http://www.kuliah darah lengkap.pdf.com
 http://9reeners.wordpress.com/2009/01/30/sistem-peredaran-darah-manusia-hewan
 http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah
 http://www.infopenyakit.com/2008/01/penyakit-darah-tinggi-hipertensi.html
 http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.nonioriginal.net/wpcontent/uploads/2009/08/atrial_fib_stroke.jpg&imgrefurl=http://www.nonioriginal.net/about/darahtinggi/&usg=__zgtW2jrCD4_Z5ttxdU5Yj_luVMo=&h=510&w=400&sz=60&hl=id&start=2&um=1&tbnid=KXl_Px1y47ypiM:&tbnh=131&tbnw=103&prev=/images%3Fq%3Ddarah%2Btinggi%26hl%3Did%26sa%3DX%26um%3D1










Tidak ada komentar:

Posting Komentar